Buku IDEOLOGI KAUM INTELEKTUAL. PDF

Jufrin
375 x views • 2 years ago
Buku ini cocok banget bagi para mahasiswa !!! Dalam buku ini banyak sekali poin-poin yang musti diketahui oleh kaum intelektual.

<a href="<a href="https://sfl.gl/W9AGXBMK" target="_blank" rel="noopener noreferrer" title="https://sfl.gl/W9AGXBMK">https://sfl.gl/W9AGXBMK</a>" target="_blank" rel="noopener noreferrer" title="<a href="https://sfl.gl/W9AGXBMK" target="_blank" rel="noopener noreferrer" title="https://sfl.gl/W9AGXBMK">https://sfl.gl/W9AGXBMK</a>"><a href="https://sfl.gl/W9AGXBMK" target="_blank" rel="noopener noreferrer" title="https://sfl.gl/W9AGXBMK">https://sfl.gl/W9AGXBMK</a></a>

Agar lebih menarik saya uraikan sedikit isi dalam buku ini.
MEMAHAMI ISLAM SEBAGAI SEBUAH
GERAKAN IDEOLOGIS
YANG MENCERAHKAN DAN MEMBEBASKAN
Oleh: Eko Supriyadi1

“Kawan-kawan, mari kita tinggalkan Barat dan Eropa, mari kita hentikan sikap meniru-niru
Barat.
Mari kita tinggalkan Barat yang sok berbicara tentang kemanusiaan,
tetapi di mana-mana kerjanya membinasakan manusia.”
Ali Syari’ati, (1933-1977)
A. FATALISME PERADABAN
Dewasa ini, kebudayaan-kebudayaan dan peradaban-peradaban manusia telah
banyak mengalami mutasi dalam bentukan yang tidak lagi orisinil. Ia tengah
dibaratkan (westernized) dan dicongkel dari akarnya sehingga nilai-nilai, kearifan, dan
identitas aslinya terkoyak menjadi potongan-potongan kecil yang terkontaminasi
dengan produk kebudayaan Barat. Barat telah berhasil mengkristalisasikan sentimen-
sentimen, corak-corak rasial, pandangan serta pola pemikiran masyarakatnya ke
dalam karakter kebudayaannya dan mencekokkannya kepada bangsa-bangsa lain.
Kebudayaan dan peradaban sepertinya diklaim menjadi eksklusif Barat. Dengan
menganggap produk kebudayaan mereka lebih unggul dari bangsa-bangsa lain, Barat
ingin menjadikan bangsa-bangsa lain sebagai konsumen bagi kebudayaan dan nilai-
nilai spiritual mereka. Kebudayaan dan peradaban Barat telah mengambil bentuk
yang baru, dari kungkungan etnisitas menjadi cluster universal. Filsafat, seni,
teknologi, dan semua anasir kebudayaan yang berhubungan dengan makhluk
bernama manusia dikonstruksi sedemikian rupa sehingga—seolah-olah—hanya ada
satu parameter tunggal yang menjadi kiblat seluruh peradaban bangsa-bangsa di
dunia.
Safefileku