Santunanjiwa
Anonymous
168 x views • 6 years ago
Istilah kata 'Santuy' belakangan ini sering muncul disebut-sebut berbagai macam di media sosial.
Kata santuy sendiri yakni kata kerja yang sering diucapkan banyak orang, terutama oleh anak milenial.
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata 'santuy' tidak ada alias tidak termasuk dalam kaidah berbahasa Indonesia.
Kata santuy diartikan para anak milenial sebagai plesetan kata lain dari santai
Santuy adalah sinonim dari santai.
Santuy juga sebagai plesetan dari kata santai dan juga singkatan dari santai euy dalam bahasa tanah Pasundan
Selain itu juga ada yang mengartikannya Santuy adalah sebuah istilah untuk kondisi mental dimana seseorang mempunyai kekaleman yang tak terpengaruh apapun, ketenangan yang mampu melewati bacotan netizen.
Seseorang yang tidak tergoyahkan dan tdak dapat dibuat gusar oleh siapapun. Dan istilah ini mempunyai kesan bersifat Independent.
Sebutan ini pertama kali dipopulerkan oleh para netizen itu sendiri yang memplesetkan kata 'santai'.
Jiwa atau Jiva berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya "benih kehidupan". Dalam berbagai agama dan filsafat, jiwa adalah bagian yang bukan jasmaniah (immaterial) dari seseorang. Biasanya jiwa dipercaya mencakup pikiran dan kepribadian dan sinonim dengan roh, akal, atau awak diri.[1] Di dalam teologi, jiwa dipercaya hidup terus setelah seseorang meninggal, dan sebagian agama mengajarkan bahwa Tuhan adalah pencipta jiwa. Di beberapa budaya, benda-benda mati dikatakan memiliki jiwa, kepercayaan ini disebut animisme.[2] Penggunaan istilah jiwa dan roh sering kali sama, meskipun kata yang pertama lebih sering berhubungan dengan keduniaan dibandingkan kata yang kedua.[3] Jiwa dan psyche bisa juga digunakan secara sinonimous, meskipun psyche lebih berkonotasi fisik, sedangkan jiwa berhubungan dekat dengan metafisik dan agama.[4] Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata jiwa memiliki arti roh manusia (yang ada di di tubuh dan menyebabkan seseorang hidup atau nyawa. Jiwa juga diartikan sebagai seluruh kehidupan batin manusia (yang terjadi dari perasaan, pikiran, angan-angan, dan sebagainya).[5] Jiwa manusia berbeda dengan jiwa makhluk yang lain seperti binatang, pohon, dan sebagainya. Jiwa manusia bagaikan alam semesta, atau alam semesta itu sendiri, yang tersembunyi di dalam tubuh manusia dan terus bergerak dan berotasi.[butuh rujukan] jiwa hanya lah sebuah nyawa yang dikendalikan oleh roh.
Kata santuy sendiri yakni kata kerja yang sering diucapkan banyak orang, terutama oleh anak milenial.
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata 'santuy' tidak ada alias tidak termasuk dalam kaidah berbahasa Indonesia.
Kata santuy diartikan para anak milenial sebagai plesetan kata lain dari santai
Santuy adalah sinonim dari santai.
Santuy juga sebagai plesetan dari kata santai dan juga singkatan dari santai euy dalam bahasa tanah Pasundan
Selain itu juga ada yang mengartikannya Santuy adalah sebuah istilah untuk kondisi mental dimana seseorang mempunyai kekaleman yang tak terpengaruh apapun, ketenangan yang mampu melewati bacotan netizen.
Seseorang yang tidak tergoyahkan dan tdak dapat dibuat gusar oleh siapapun. Dan istilah ini mempunyai kesan bersifat Independent.
Sebutan ini pertama kali dipopulerkan oleh para netizen itu sendiri yang memplesetkan kata 'santai'.
Jiwa atau Jiva berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya "benih kehidupan". Dalam berbagai agama dan filsafat, jiwa adalah bagian yang bukan jasmaniah (immaterial) dari seseorang. Biasanya jiwa dipercaya mencakup pikiran dan kepribadian dan sinonim dengan roh, akal, atau awak diri.[1] Di dalam teologi, jiwa dipercaya hidup terus setelah seseorang meninggal, dan sebagian agama mengajarkan bahwa Tuhan adalah pencipta jiwa. Di beberapa budaya, benda-benda mati dikatakan memiliki jiwa, kepercayaan ini disebut animisme.[2] Penggunaan istilah jiwa dan roh sering kali sama, meskipun kata yang pertama lebih sering berhubungan dengan keduniaan dibandingkan kata yang kedua.[3] Jiwa dan psyche bisa juga digunakan secara sinonimous, meskipun psyche lebih berkonotasi fisik, sedangkan jiwa berhubungan dekat dengan metafisik dan agama.[4] Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata jiwa memiliki arti roh manusia (yang ada di di tubuh dan menyebabkan seseorang hidup atau nyawa. Jiwa juga diartikan sebagai seluruh kehidupan batin manusia (yang terjadi dari perasaan, pikiran, angan-angan, dan sebagainya).[5] Jiwa manusia berbeda dengan jiwa makhluk yang lain seperti binatang, pohon, dan sebagainya. Jiwa manusia bagaikan alam semesta, atau alam semesta itu sendiri, yang tersembunyi di dalam tubuh manusia dan terus bergerak dan berotasi.[butuh rujukan] jiwa hanya lah sebuah nyawa yang dikendalikan oleh roh.