Ikatan Penuh Makna

agungsptra
101 x views • 1 year ago
Ikatan Penuh Makna

Pagi hari penuh kabut di pedesaan, seorang anak bernama Sucipto sedang berangkat di antar ibunya menggunakan motor, seperti anak-anak pada umumnya Sucipto berangkat dengan senyuman dan ekpresi yang bahagia. Sucipto bersekolah di SMP Islam 1 Klaten, Sucipto saat ini sedang duduk di bangku kelas 8 dan dimana ia sangat ingin berkegiatan yang positif untuk mengisi waktu luangnya, akan tetapi Sucipto sangat tidak tertarik dengan kegiatan yang ada di sekolahnya karena di sekolahnya lebih banyak kegiatan keagamaan dan Sucipto berasal dari SD negeri di desanya, tentu saja ia sedikit tidak tertarik karena belum pernah mengikuti kegiatan seperti itu.

Sucipto terus bersekolah seperti orang-orang pada umumnya dan ketika ia sedang di rumah wali kelas Sucipto mengirimkan chat wa yang dimana isinya adalah sebuah ajakan untuk mengikuti sebuah organisasi yang ada di sekolahnya , karena organisasi itu sudah lama tidak aktif jadinya bagi yang berminat bisa mengikuti organisasi itu tanpa syarat.

Sucipto pada awalnya tidak tertarik apalagi organisasi itu berkaitan dengan keagaman dan ketika ada perkumpulan Sucipto langsung pulang karena hanya ikut-ikutan grupnya saja tanpa mengikuti kegiatannya. Saat wali kelasnya mengisi jam pelajaran yang pada saat itu di isi wali kelas ,wali kelas Sucipto menawarkan padanya untuk mengikuti organisasi itu , namun Sucipto hanya mengangguk saja dan tetap tidak mengikuti kegiatan - kegiatan yang di adakan organisasi itu . Saat organisasi itu mengirimkan informasi bahwa akan ada kegiatan ziarah dan disitu Sucipto mulai tertarik dengan kegiatan itu ia pun berangkat pada saat persiapan ziarah itu, kebetulan sucipto memang sangat menyukai sesuatu yang berbau sejarah dan ingin belajar tentang sejarah islam. Ia pun mengikuti ziarah itu dengan senang hati dan penuh bahagia, tak lama setelah kegiatan ziarah itu wali kelasnya menunjuk Sucipto sebagai ketua putra organisasi tersebut karena organisasi itu bernama Ikatan Pelajaran Nahdlatul Ulama yang dimana ketua nya ada putra dan ada yang putri dan Agung di tunjuk sebagai ketua putra di karenakan baru ada ketua putri dan Sucipto yang saat itu masih polos hanya meng angguk-angguk saja ketika di beri tahu wali kelasnya itu karena ini pengalaman barunya dan walaupun ia saat sd sangat menginginkan ikut organisasi osis akan tetapi ia berfikir untuk mengikuti apa yang ada saja tanpa lebih. Dan berjalan 2 minggu ada acara Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dan saat itu IPNU IPPNU di mintai tolong untuk membantu kegiatan itu dan berkolaborasi dengan kaka kaka PPL dari Universitas lokal di kota nya , Seperti pada umumnya Sucipto membantu sebisanya seperti mempersiapkan mic , menyapu lantai, mengatur karpet dan mengatur para siswa untuk tertib , ternyata Sucipto suka dengan kegiatan seperti itu karena selain belajar berorganisasi Sucipto juga belajar tentang agama, semenjak saat itu ia pun menyukai organisasi itu dimana menurutnya IPNU IPPNU sangat menyenangkan untuk anak muda pada saat ini.

Suatu ketika Sucipto dimintai tolong untuk bertugas menjaga adik kelasnya karena ada program sekolah baru yaitu pesantren setiap sabtu minggu di sekolahnya. Sucipto pun bersemangat untuk menjaga adik kelasnya kerena selain menjaganya ia bisa mengaji dan bersholawat dengan teman-temannya tanpa ada suatu halangan, kegiatan ini di laksanakan setiap satu minggu sekali yang dimana Sucipto tidak pernah lelah dan terus bersemangat untuk mengikuti kegiatan itu, akan tetapi karena yang mengikuti ini terbatas. Teman - teman anggota lainnya pun menginginkan untuk bergantian dan ingin merasakan kegiatan yang sama seperti Sucipto, Sucipto yang menerima usulan temannya pun berbicara kepada wali kelasnya untuk bergantian dan wali kelasnya pun setuju dengan usulan Sucipto itu. Memang pada awalnya kegiatan ini berjalan dengan lancar tanpa suatu halangan, Sucipto terus belajar untuk mengenali organisasi IPNU IPPNU ini karena jujur saja Sucipto memang baru mengetahui organisasi ini dan ia merasa dengan tidak mencari tau maka ia akan sia sia dengan yang apa ia lakukan, tak lama Sucipto sedang membuka hpnya dimana ada pengumuman untuk menjaga adik kelasnya di pesantren yang ada di smpnya, ia pun memberikan list nama yang dimana teman-temanya ingin mengikuti kegiatan itu. Tetapi Sucipto tidak berangkat karena ia ingin bergantian dengan teman-temannya, hari pun tiba teman-teman Sucipto mengabarkan bahwa mereka sudah datang di smp nya dan siap menjalankan tugas seperti apa yang di lakukan oleh Sucipto sebelumnya, memang pada awalnya berjalan dengan lancar akan tetapi ada sesuatu yang mengganjal dan membuat Sucipto gelisah. Teman - teman Sucipto melakukan hal yang fatal dengan memecahkan kaca kelas karena mereka bercanda tanpa batas dan kurang menjaga attitude saat itu , Sucipto di kabari oleh gurunya bahwa teman - temannya telah berbuat yang kurang mengenakan ,dan Sucipto yang merasa bersalah langsung meminta maaf kepada gurunya. Semenjak kejadian itu Sucipto sangat merasa bersalah apalagi ia sebagai ketua harus bertanggung jawab dengan apa yang terjadi , ia pun dan teman - temannya mengumpulkan uang untuk mengganti kaca yang pecah dengan yang baru , walaupun ini kesalahan per orangan tetapi tanggung jawab tetap harus di jalankan karena ini menyangkut organisasi IPNU IPPNU dan Sucipto tidak ingin organisasi nya tercemar , Sucipto pun bertanggung jawab penuh atas kesalahan yang di lakukan teman-temannya, walaupun melakukan hal yang fatal ia tetap sabar dan tidak marah terhadap teman-temannya apalagi mereka teman seperjuangan dan akan selalu bersama - sama untuk 1 tahun itu.

Tak lama setelah kejadian itu Sucipto mendapat pesan singkat dari wali kelasnya bahwa untuk pesantren itu sudah tidak lagi membutuhkan bantuan dari organisasi nya karena sudah ada ustad dan ustadzah yang baru untuk menjaga adik kelasnya walaupun Sucipto merasa bahwa ini berkaitan dengan kejadian yang baru saja terjadi kemarin itu, tentu saja Sucipto tidak marah dan menerima setiap keputusan gurunya itu. Tak lama setelah kejadian itu yang terjadi pada saat bulan Ramadhan, Lebaran pun tiba Sucipto merayakan dengan keluarganya dan saling bermaafan dengan teman - temannya, Sucipto menganggap setiap kesalahan di maafkan dan memulai lagi dari nol , tak lupa Sucipto mendatangi rumah wali kelasnya itu untuk meminta maaf dan bersilaturahmi, di saat sedang bersilaturahmi , Sucipto di beri tahu oleh wali kelasnya untuk membuat acara yaitu silaturahmi ke rumah guru - guru yang sudah tua atau dalam bahasa jawa yaitu sepuh . Sucipto sedikit kaget dengan apa yang di ucapkan oleh gurunya itu ,ia pun segera membuka grup di hpnya dan memberikan informasi mendadak bahwa besok akan di lakukan kegiatan silaturahmi kerumah guru guru yang sudah sepuh , Sucipto tidak memikirkan menggunakan transportasi apa ia akan melakukan kegiatan itu , dan meminta tolong kepada gurunya untuk mencarikan transportasi untuk kegiatan besok. Meskipun sedikit mendadak tetapi Sucipto sangat yakin bahwa yang ikut akan tetap banyak , dan di luar dugaan yang mengikuti kegiatan itu ternyata lumayan dan dengan hasil nekat mereka berhasil melakukan kegiatan silaturahmi itu dengan lancar tanpa halangan apapun . Kegiatan ini memang kegiatan yang nekat dan cukup menguras tenaga karena sangat mendadak.

Setelah kejadian yang cukup membuat detak jantung Sucipto berdetak kencang tiba - tiba mereka akan purna tugas dan akan ada ketua pengganti untuk menggantikan Sucipto sebagai ketua. Calon ketua pun sudah ada dan tinggal menunggu hari untuk acara pemungutan suara itu , Sucipto memang sudah ikhlas jika ia di gantikan dan ia ingin penerusnya lebih baik daripada dirinya, apalagi ia merasa belum cukup untuk organisasi yang ia ikuti ini. Mungkin ini akan menjadi pengalaman yang berharga bagi Sucipto dan teman - temannya. Pada saat hari pemungutan suara Sucipto yang bertugas menjadi ketua TPS atau tempat pemungutan suara menjalankan tugas dengan semestinya dan ia juga menjadi pembicara saat menghitung suara. Saat penghitungan suara Sucipto di kerumuni para siswa di sekolahnya karena pemungutan suara ini berlangsung dengan sangat sengit dan menegangkan , setelah di hitung ia pun mendapatkan penerus yang akan meneruskan kepemimpinannya di satu tahun kedepan. Sucipto pun memberikan selamat kepada ketua yang terpilih dengan ikhlas dan penuh perhatian.

Setelah kegiatan pemungutan suara Sucipto pun menjadi siswa seperti sedia kala dimana tidak ada kesibukan pada hari- harinya dan ia selalu merindukan saat ia masih menjadi ketua. Meskipun ia sudah selesai melaksanakan tugasnya ia tetap bangga pada dirinya dan sekolahnya atas apa yang ia lakukan selama ini. Sucipto juga selalu mengingat tentang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama yang selama ini ia ikuti dan selalu berpegang teguh dengan prinsip yang Sucipto lakukan pada saat ia mengikuti organisasi itu. Tak lama kemudian Sucipto lulus dari SMP nya dan tidak di ketahui lagi ia melanjutkan sekolah dimana.
Safefileku